Search This Blog

Friday, January 23, 2015

Pengemis Buta?

Minta maaf, minta maaf
Suatu ungkapan yg tidak perluku ucapkan
Sebaliknya ungkapan yg perluku dengari
Namunku ucapkan jua sbg pembuka bicara

RM5,000... bukan itu nilainya
Telahku khabarkan nilainya sebuah persahabatan
Walau ditegah berkali-kali oleh 'si pemakan garam kuno'
Kerna sejarah telah membuktikan

Lima ribu ringgit... bukan itu nilainya
Kukhabarkan lagi, nilainya adalah sebuah persahabatan
Tatkala kubuntu untuk membantu, ribuan idea kaulaungkan
Harusku puji usaha dan kebijaksanaanmu tatkala dirimu kepayahan

500,000 sen... bukan itu nilainya
Ketegaskan di sini nilainya sebuah persahabatan
Bagaikan pengemis, mengemis hak sendiri
Pengemis yg buta, tak celik dgn nasihat 'si pemakan garam kuno'

Lima ratus ribu sen... bukan itu nilainya
Namun kurasakan hanya itulah nilai persahabatanmu
Tatkala janjimu bertintakan air liur
Yang hilang pabila kering disejat

RM5,000... itu harga yg kau letakkan
Pada nilai kepercayaan dan nilai persahabatan
Tatkala 'janji' hanyalah laungan niat
Dan bukannya sebagai suatu komitmen

RM4,000... itu bakinya
Tatkala mengemis, kuterkedu sendirian
Pabila kaumuatnaikkan gambar brg beli belah
Kujerit dalam hati, itukah duitku?

RM4,000... engganku ungkit lagi
Kerna segan mengemis hak sendiri
Oktober 2012 mencatat sejarah
Berlalu sudah tahun kedua

Perluku ingatkanmu akan doa mereka yg teraniaya
Engganku berdoa, menimpakan petaka
Kerna dunia sudah sedia hodoh
Kudoakan dirimu bebas dr belenggu hutang

Anyway... selamat pengantin baru.

No comments:

Post a Comment